Untuk urusan asmara, masih dengan status sama, fakir sefakir2nya (ambil tisu segulung). Pake dibikin geer oleh oknum yg tidak bertanggungjawab, trus selanjutnya.....argh tak sanggup melanjutkan, bikin sakit sebadan-badan (bukan cuma ati doang). resolusi tengah taun : forget him. apus nomer hape. intip wall facebooknya sehari 3 kali (kagak niaaatt), oke sekarang berkurang seminggu 3 kali kok...
Untung dunia ini gak sedaun kelor, gak melulu soal karir atau asmara, masih banyak aspek kehidupan lain yg lebih penting untuk dipikirkan, misal kenapa dude milih asmirandah (ada nada sirik dan cemburu buta di dalamnya). Masih ada berbagai problem yang harus dipecahkan, jakarta tenggelam 2050, land subsidence, ancaman krisis air baku (kebanyakan workshop), jadwal commuter line baru yang bikin lari2 tiap pulang kerja, bayar utang ke koperasi, kompleksitas jerawat dan komedo, ikut ngedidik adek angkat tercinta untuk jadi anak yg berguna bagi nusa bangsa agama, dan ikut mencerdaskan kehidupan dunia. So many things to think, so many things to do. Jangan lupa minum vatigon spirit, atau mizone biar badan, pikiran, semangat oke lagi!!!!!
*OST :
Suci lahir dan di dalam batin
Tegaklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..
(ebit g ade, yg kepikiran cuma lagu ini)

